MANADO, Humas Polresta Manado – Pemerintah Kecamatan Wanea menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 di Kantor Kecamatan Wanea, Kota Manado, Kamis (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus penentuan skala prioritas pembangunan di wilayah tersebut.
Musrenbang dihadiri Camat Wanea Wanda Caroles, , Kapolsek Wanea AKP Fatras B Andawari, Danramil 1309-03 Wanea Kapten Inf Jouri Tumembow, perwakilan Bapperinda, PUPR, Dinas Perkim, Dinas Sosial, Bapenda, Jasa Raharja, anggota DPRD Kota Manado Jemmy Gosal, para lurah se-Kecamatan Wanea, serta ketua lingkungan.
Dalam sambutannya, Camat Wanea Wanda Caroles menyampaikan Musrenbang merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan menjaring langsung usulan masyarakat melalui kelurahan untuk selanjutnya dibawa ke tingkat kota.
“Usulan yang masuk berasal dari masyarakat. Dari hasil Musrenbang kelurahan, akan dipilih skala prioritas untuk dibawa ke Musrenbang Kota Manado,” ujarnya.
Sejumlah perangkat daerah memaparkan rencana pembangunan, mulai dari infrastruktur, kesehatan, hingga sosial. PUPR Kota Manado menyampaikan rencana pelebaran jalan, pembangunan talud, hotmix jalan, pembersihan saluran air, serta pengerukan anak sungai di beberapa kelurahan di Kecamatan Wanea. Sementara Dinas Perkim fokus pada penanganan rumah korban bencana dan rumah tidak layak huni.
Dari sektor kesehatan, pihak Puskesmas Ranotana Weru dan Puskesmas Teling Atas memaparkan program posyandu terintegrasi, pencegahan stunting, pemberian makanan tambahan, hingga deteksi dini penyakit menular.
Kapolsek Wanea AKP Fatras B Andawari menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga keamanan lingkungan seiring dengan proses pembangunan.
“Situasi di wilayah Kecamatan Wanea relatif kondusif, namun masih terdapat beberapa titik rawan seperti seputaran Pasar Pinasungkulan dan Teling Atas. Keamanan adalah hak semua orang dan harus dijaga bersama,” kata AKP Fatras.
Ia juga mengingatkan masyarakat terkait aturan hukum terbaru, khususnya pasal-pasal yang mengatur kegiatan keramaian di ruang publik.
“Kami mengedepankan langkah preventif. Pemenjaraan adalah upaya terakhir. Karena itu, kami harapkan peran aktif masyarakat untuk membantu Polri dalam menjaga harkamtibmas dan melaporkan setiap potensi gangguan,” ujarnya.
AKP Fatras turut menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk dalam penanganan permasalahan sosial seperti orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta konflik antarkelompok pemuda.
Sementara itu, Danramil 1309-03 Wanea Kapten Inf Jouri Tumembow menyampaikan komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah, termasuk rencana pembangunan koperasi merah putih dan fasilitas penghubung antarkelurahan seperti jembatan gantung.
Dalam forum tersebut juga dibahas sejumlah usulan prioritas pembangunan, di antaranya pembuatan dan perbaikan jalan, saluran air, drainase, gorong-gorong, rabat beton, serta pembangunan aula serba guna.
Musrenbang Kecamatan Wanea Tahun 2027 ditutup dengan pembahasan hasil usulan oleh Camat Wanea dan foto bersama seluruh peserta. Kegiatan berakhir pukul 14.20 Wita dalam keadaan aman dan lancar.

