MANADO, Humas Polresta Manado – Polresta Manado mengamankan lokasi bentrok antara dua kelompok remaja yang saling serang di wilayah Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, Kamis (7/8/2025) dini hari. Tawuran terjadi antara kelompok AAM Lingkungan 4 dan AAM Lingkungan 2, yang diduga melibatkan belasan orang dengan senjata tajam, panah wayer, hingga kembang api.
Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 04.00 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi saling serang ini diduga sudah direncanakan dan melibatkan warga luar daerah.
Seorang warga bernama DB (23), yang berdomisili di Lingkungan 2 Sindulang Satu, mengaku sempat melihat tanda-tanda mencurigakan saat ia hendak mencari anaknya di wilayah Lingkungan 4. “Saya lihat adik saya bersama beberapa lelaki, ada yang pegang kembang api. Saya langsung pulang setelah itu,” ungkap DB.
Tidak lama setelah sampai di rumah, DB mendengar suara ledakan kembang api dan langsung keluar. Ia menyaksikan langsung kedua kelompok sudah terlibat aksi saling serang di jalanan.
Sementara itu , AL (31), menyatakan dirinya nyaris terkena tembakan kembang api. “Saya lihat seseorang pasang kembang api, saya langsung lari ke arah itu, eh malah diarahkan ke saya. Kami langsung berlindung di rumah warga. Setelah itu, sudah terjadi saling serang,” katanya.
Akibat kejadian ini, seorang warga bernama AS (39) dari Lingkungan 4 mengalami luka bakar di kaki kiri setelah terkena tembakan kembang api. Saat itu ia tengah berusaha menyelamatkan anaknya di depan rumah. “Tiba-tiba kembang api meledak mengenai kaki saya, langsung saya peluk anak dan masuk ke rumah,” tutur AS.
Polisi yang tiba di lokasi kemudian melakukan pengamanan dan olah TKP. Dari lokasi, petugas menemukan setidaknya 9 buah panah wayer berserakan.
Hingga saat ini, situasi di wilayah Sindulang Satu telah kembali kondusif. Pihak Polresta Manado masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku dan dugaan keterlibatan warga luar dalam aksi tersebut.

