MANADO, Humas Polresta Manado – Warga Kelurahan Teling Atas , digemparkan dengan penemuan seorang pria yang tewas akibat gantung diri di dalam kamar rumah keluarga S – M, pada Kamis sore sekitar pukul 16.30 WITA.
Korban diketahui bernama ADS (35), warga Desa Lalumpe Jaga II, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa. Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, IAM (36), yang baru pulang dari kantor.
Menurut keterangan IAM kepada petugas, sesampainya di rumah, ia menanyakan keberadaan suaminya kepada orang tuanya yang mengatakan bahwa korban sedang beristirahat di kamar. Saat membuka pintu kamar, IAM dikejutkan dengan kondisi suaminya yang sudah tergantung menggunakan seutas tali rafia yang terikat di atap kamar. Sontak, IAM berteriak meminta pertolongan. Salah seorang warga yang dikenal sebagai Om K datang membantu menurunkan korban dan langsung membawa korban ke Rumah Sakit R.W. Mongisidi Teling bersama anggota keluarga.
Saksi lain, KK (59), warga setempat, turut membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan mendengar teriakan minta tolong dari depan rumahnya, dan saat mengecek, mendapati korban sudah tergantung. Ia pun turut membantu mengevakuasi korban.
Sekitar pukul 18.10 WITA, personel UKL Polsek Wanea di bawah pimpinan Kapolsek Wanea AKP Fatras B. Andawari, SH, langsung mendatangi TKP dan melakukan pengecekan kondisi korban di rumah sakit. Tak berselang lama, pukul 19.35 WITA, Tim INAFIS Polresta Manado tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh Tim INAFIS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, ditemukan adanya cairan di bagian alat kelamin korban, yang umumnya menjadi salah satu ciri khas kematian akibat gantung diri.
Dari hasil penyelidikan awal, korban diduga mengalami depresi akibat sakit yang dideritanya. Pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas kematian korban dan menyatakan tidak akan menuntut secara hukum, serta menandatangani surat penolakan untuk dilakukan autopsi (Ver dalam).
Polsek Wanea bersama Tim INAFIS Polresta Manado memastikan bahwa peristiwa ini murni kasus bunuh diri. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi mental orang terdekat, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

